Latest Posts
Bismillah.
Tausiyah oleh Ustadz Maulana
Jakarta, 15 Juli 2017
Ditulis oleh Aisyah A.


Alhamdulillah kita bisa bertemu pada kesempatan sore hari ini dalam rangka saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran agar kita dikecualikan dari orang-orang yang merugi.
Sebagaimana yang Allah firmankan dalam surat Al-Ashr :

وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣)

1. Demi masa.
2. Sungguh, manusia berada dalam kerugian,
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Mari kita sama-sama mengingat sebuah pertanyaan yang akan memotivasi kita dalam kehidupan ini, yaitu mengapa kita ada di dunia?
Pertanyaan ini hanya bisa dijawab oleh orang-orang yang beriman, karena jawabannya ada di dalam Al-Quran, yaitu surat Adz-Zzariyat ayat 56 :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

Ternyata hikmah penciptaan kita adalah untuk beribadah kepada Allah. Kadang kita tersibukkan oleh perkara duniawi sehingga kita lupa bahwa kita sedang beribadah. Syariat telah mengatur segala sesuatu dalam hidup kita agar kita senantiasa beribadah. Hitunglah berapa banyak waktu dan kesehatan yang Allah jadikan untuk sarana kita beribadah. Padahal sejatinya hampir di setiap aktifitas sehari-hari, ada sunnah di sana, dari mulai bangun tidur, baca doa, ke kamar mandi dengan mengawali kaki kiri, shalat tahajjud dll. Terus sampai siang, sore, malam. Kerja, sekolah, makan, semua itu bisa dinilai ibadah jika diniatkan untuk Allah ta'la. Dan memang itulah tujuan kita diciptakan.
Waktu kosong apabila tidak kita gunakan untuk beribadah maka pasti akan tergunakan untuk kemaksiatan. Karena kemaksiatan bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi karena ada kesempatan, jadi waspadalah!

Padahal Allah telah berfirman, apabila kita telah selesai dari satu amalan, maka bersungguh-sungguh lah kepada amalan lain, dalam surat Al-Insyirah ayat 7 :

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ 

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.

Ibadah yang menjadi tujuan penciptaan kita merupakan amanah besar dari Allah, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah surat Al-Ahzab ayat 72 :

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Amanah yang dimaksud adalah perintah Allah yang harus kita lakukan dan larangan Allah yang harus kita tinggalkan.

Amanah adalah salah satu akhlak yang senantiasa ada pada diri Rasul.
Amanah terbagi menjadi 3 bagian :
1. Amanah kepada Allah, yaitu mengenai ibadah dalam hidup sebagaimana yang telah dijelaskan tadi.
2. Amanah kepada Rasulullah.
3. Amanah kepada orang lain.

Biasanya hanya jenis ketiga inilah yang kita ketahui sebagai amanah.
Adapun amanah pertama dan kedua, banyak manusia yang lalai darinya. Yang mana kalau bukan karena taufiq Allah, maka manusia akan abai dari beban ini. Padahal Allah telah menyiapkan sarana-sarananya, yaitu akal, kesehatan, harta, diutusnya para Rasul dan Al-Quran. Jadi seharusnya tidak ada lagi alasan untuk menyia-nyiakan amanah ini.

Amanah kepada Rasul mencakup 4 hal
1. Menjalankan setiap perintah Rasul.
2. Menjauhi apa yang dilarang oleh Rasul.
Konsepnya hampir sama dengan amanah kepada Allah karena Sunnah dari Rasul adalah penjelas dari Al-Quran dari Allah.
3. Membenarkan kabar yang datang dari beliau
4. Melaksanakan ibadah sesuai dengan metode yang diajarkan oleh Rasulullah

Semua ini dapat kita lakukan hanya dengan terus menuntut ilmu dan belajar, mengamalkan kemudian berdakwah.
Berdakwah adalah ibadah tahapan ketiga setelah berilmu dan beramal, jadi jangan sampai kita melupakan diri kita saat mengingatkan orang lain. Kalau bukan kita yang melaksanakan, maka siapa lagi? Bagaimana orang yang kita dakwahi akan tergerak jika kita sendiri tidak bergerak?
Dakwahkan kepada orang-orang terdekat, keluarga, saudara, teman-teman baru masyarakat.
Dakwah adalah tugas kita semua, apapun yang bisa kita sumbangsihkan niatkanlah untuk menjadikan diri kita sebagai pelita bagi sekitar. Apapun yang kita bisa lakukan maka berperanlah untuk Islam.

Amanah kepada sesama manusia banyak bentuknya dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban, baik itu amanah antar anak-orangtua, amanah profesi, amanah harta, dll.
Komunitas Muda Berdakwah ini misalnya, pasti ada bagian-bagian atau tugas-tugasnya masing-masing, ada ketua, bendahara, sekretaris ataupun anggota. Saat kita melihat bahwa ini adalah amanah, kita akan lebih bersemangat melaksanakannya karena mengingat bahwa salah satu ciri orang munafik adalah mengkhianati amanah. Bukan sebagai ketaatan atas ketua saja, tapi sebagai ketaatan kepada Allah dalam melaksanakan amanah.
Demikian juga status kita, sebagai anak, orangtua, suami, istri, murid, guru, apapun itu selalu ada amanah yang harus ditunaikan.

Tetap semangat dan optimis dalam melaksanakan amanah, semoga apa yang kita perjuangkan mendapat balasan dari Allah ta'ala.


Wallahua'lam.
بسم الله الرحمن الرحيم


👈  كيف طريقة تعلم اللغة الغربية ؟

عليك أن تكثري من مطالعة الكتب بالعربية لكي تتظلعي فاللغة العربية و بعدها تطالعينا تفسير القرآن الكريم لكي تفهمين مقاصده و أحكامه

 👈 تتظلعي ؟ ما معناه ؟

تتمكني من معرفة اللغة العربية جيدا

 👈 و لاكنني لم أستطيع قراءة الكتب الطويلة..

لتكن البداية بالكتب القصيرة ثم شيئا فشيئا تنتقلي إلى الكتب الطويلة

 👈 و كيف أفهم القرآن؟
أظن أن هناك كثير من المصطلحات الغريبة في القرآن..
كمثل : هيهات

كلمة هيهات تفسيرها بالإنكليزية  There is no way
هيهات أداة تحسر هنا و ليست تدل على بعد المسافة
القرآن نزل بلغة العرب في الجزيرة العربية طبعا هنالك الكثير من الكلمات قليلة الاستعمال الآن و بالتالي يصعب شرحها
احسن طريقة لفهم القرآن أن تشتري كتاب تفسير للقرآن و تقرأيه
تستطيعين قراءة القصص البسيطة فهي أسهل في الفهم و خاصة القصص المشوقة.

اللغة العربية من أثرى اللغات و بالتالي حين نترجمها بلغة أخرى لا تؤدي المعنى المقصود بالضبط
اللغة العربية لا تفسر تفسيرا صحيحا إلا بالعربية اما ان تفسر ببقية اللغات فهو معنى تقريبي
تفسير الكلمة فالعربية  مربوط بموقعها فالجملة فهي تفسر بمنى في جملة و تفسر بمعنى ثاني في جملة اخرى

القرآن نزل بلغة العرب و تحدى العرب الكفار أن يأتون بمثله
إذا فهو معجزة
و بما انه معجزة ترى فيه بعض الصعوبة
لكن شيئا فشيئا سيسهل عليك
المهم المداومة

يمكنك قراءة القصص السهلة و لما تتمكني من اللغة تناولي الكتب الطويلة

صديقتي هذه هي تسكن من تونيزيا و تسكن فيه.في الحقيقة هذه أول مرة أكتب هنا بالعربية. فإن وجدتم خطأ أستعفو منكم و أرجو أن تصححه.
Bismillahirrahmanirrahim.


Ramadhan kali ini sebenarnya aku memutuskan untuk tidak ikut mudik bersama keluarga besarku ke kampung Cilacap, namun abi mendesak dan rasanya tidak afdhal jika aku tidak ikut serta dalam pulang kampung tahunan ini, akhirnya aku ikut bersama temanku Habibah.

Sawah di kebun belakang rumah mbah (umi ikut terfoto di sana)

Adat kebiasaan kami setiap pulang mudik selain jalan-jalan bersama, juga berkunjung silaturrahim ke rumah keluarga, yang demikian itu adalah untuk tetap menyambungkan tali persaudaraan yang telah berlangsung turun temurun.

Jadi, tanggal 28 Juni, sehari setelah kami sampai kampung (perjalanan 18 jam, Masya Allah, tak disangka ternyata setelah lebaran pun arus mudik masih macet ya), kami berkunjung ke rumah saudara jauh mbah kakung di Kalipucang, namanya mbah Wasan di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat, jadi penghabisan kabupaten Cilacap, ada simbol Cilacap coret nya juga.


Di sana, suasananya masih sangat alami dan tradisional, karena dekat pantai, kebun sekitar rumahnya ada banyak pohon kelapa. Eksterior halamannya didekorasi dengan banyak bebatuan alam yang telah diukir indah sejak 20 tahun yang lalu saat beliau masih menjadi nelayan dan pohon serta bebungaan unik yang jarang aku lihat sebelumnya. Mbah Wasan juga memelihara banyak angsa, bebek dan entok. Manis sekali, membuatku betah berlama-lama disana.

suasana halaman belakang rumah mbah Wasan

Seperti biasa, kami menyempatkan diri untuk foto bersama, saat itu yang bertugas memfotokan adalah cucunya mbah Wasan yang seumuran Rofiq (sepupuku yang duduk di kelas 2 SMP). Namun karena kami berjumlah cukup banyak, dia sudah mundur-mundur untuk mendapatkan angle yang pas agar kami semua masuk layar kamera. Saat itu aku kaget, tapi yang lain biasa saja, dianya juga biasa saja, tapi aku heran sekali, ia memanjat pohon kelapa! Jujur baru pertama kali ini aku melihat seseorang mengambil foto dari atas pohon, Masya Allah.


Dari Kalipucang, niatnya hendak kami melanjutkan perjalanan berwisata ke pantai Pangandaran, namun karena perjalanan kami macet, akhirnya kami berbelok dan mengambil alternatif pantai Karapyak. Oh ya rombongan keluarga kami dibagi menjadi 2 mobil, yang satu Avanza dibawa oleh ami yang berisi perempuan semua, ada aku, Habibah, umi, amah, mbah putri dan bude. Adapun sisanya seperti abi, kakek, paman, Rofiq dan teman-temannya (yang masih terhitung saudara jauh kami) naik mobil bak terbuka yang beratap, mereka jadi seperti sedang kemping karena membawa tikar dan kasur, he..

Saat di gerbang masuk, mbak-mbak yang bertugas mematok harga 55 ribu untuk setiap mobil, namun paman nego hingga dapat membayar 40 ribu saja. Kami kira lumayan, namun ternyata mobil bak yang dikendarai oleh suami sepupu perempuanku itu hanya membayar 20 ribu saja, "makanya nego pake bahasa sunda" celetuk abi,
"Emang abi bilangnya gimana?"
"Biasa teh sapuluh teh, dua puluh wae lah.. teu aya karcisna oge.."
Kami tertawa mendengarnya, ternyata kemampuan berbahasa sunda abi punya keuntungan juga Alhamdulillah..


Meski sudah bayar lumayan mahal, tapi tidak mengecewakan kok, karena pantainya bersih dan tidak ramai, jadi kami puas bermain di sana. Sebenarnya ombaknya cukup besar, namun kami hanya bermain di sekitar pantainya saja, kecuali Rofiq dan teman-temannya yang berani sampai ke tengah, aku maklum sih, mereka kan anak-anak laut yang memang sejak kecil sudah terlatih berenang. Aku saja hanya berjalan-jalan di tepi pantai yang Subhanallah penuh dengan kerang-kerang cantik, kalau lepas sandal, jadi sakit saat melangkah. Sepupuku yang kecil-kecil sibuk mengumpulkan kerang dan karang di tempat kecil. Aku juga sempat turun ke air yang agak tengah yang dangkal karena banyaknya karang di sana, semakin ke tengah, kami menemukan karang yang lebih cantik, warnanya ungu! Masya Allah.

Kerang cantik di sekitar pantai



Setelah makan siang, kami bersih-bersih dan langsung pulang. Di jok belakang selain aku dan Habibah ada 2 bocil (sepupuku) yang selalu menguntit kami, namanya Rozaq dan Farih, usianya baru 6 dan 7. Pulang-pulang mereka ribut tapi lucu sekali, ngobrol ini itu, saudara lintas daerah jadi kadang tidak nyambung, Rozaq yang lahir di Banten terbiasa dengan budaya Sunda ingin dipanggil 'aa' dan Farih lahir di Cilacap jadi lancar berbahasa Jawa medok, Rozaq pun mulai belajar bahasa Jawa ngapak, tapi sejauh ini yang sering diulang-ulang hanya 'ora' saja, hha.. kamipun jadi tidak bisa tidur deh.. Habibah meng-handle Rozaq yang aktif dan cerewet, sedangkan aku meng-handle Farih yang cenderung lebih diam, tapi namanya anak kecil saat bercanda kadang tiba-tiba bertengkar (meski nantinya tertawa lagi), Alhamdulillah kami sampai rumah dengan selamat.

Bocil sepupuku : (kiri ke kanan) Farih, Rohim, Rozaq


Esok harinya saat semuanya jalan-jalan ke Cilacap kota dan berbelanja oleh-oleh, aku dan Habibah tidak ikut, kami istirahat saja di rumah. Malam harinya kami diteror oleh berbagai macam hewan, awalnya ada kecoa yang terbang saat kami menonton tv, sontak aku, Habibah, umi dan amah Asma berteriak ketakutan, mbah langsung terkejut, namun setelah tahu kejadian sebenarnya mbah langsung tertawa.. setelah itu ada kodok di dekat pintu samping rumah, Habibah pun sibuk mengusirnya keluar dengan sapu. Belum selesai di situ, aku dan Habibah melihat tikus kecil melompat di langit-langit memasuki plafon, hii.. ngeri melihatnya. Bahkan saat kami hendak tidur kami mendengar suara tokek dari dapur, kami langsung memejamkan mata, khawatir tiba-tiba merpati peliharaan mbah Sukinem masuk jendela, tuh kan jadi membayangkan yang tidak-tidak.

Hari Jumat pagi kami pulang setelah berpamitan dengan keluarga besar. Di tengah perjalanan, ada kejadian menarik. Dari Limbangan Garut sampai Nagreg Bandung jalur dibuat satu arah, Masya Allah. Jadi perjalanan kami lancar Alhamdulillah. Sepanjang perjalanan setiap gang dijaga oleh polisi yang berseragam hijau stabilo. Wah jadi terasa di-khususkan, heu..

terowongan Nagreg


Saat aku menulis ini, aku masih dalam perjalanan di tol Cikampek daerah Karawang Timur, meski padat merayap, perjalanan kami lancar Alhamdulillah.

Karawang Timur, Jumat, 30 Juni 2017.
Banyak yang aku pelajari dari perjalanan mudik kali ini, tapi yang terpenting adalah, keluarga lebih berharga dari apapun.

Family is where life begins and love never ends.
Bismillahirrahmanirrahim.

Namaku Aisyah. Usiaku 18 tahun. Aku baru resmi lulus bulan Mei kemarin dan akan mulai kuliah September nanti Insya Allah. Saat ini kesibukanku hanya bantu-bantu di penerbit abi (Pustaka AMMA) sebagai penerjemah, penulis, editor dan cover designer. Jadi hampir setiap hari banyak waktu yang aku habiskan di depan layar laptop.

Selama ini aku masih setia menggunakan laptop lama abi yang kuberi nama 'Arkan' untuk menunjang pekerjaan sementaraku itu. Laptop 'Arkan' ini sudah aku gunakan bertahun-tahun, mungkin karena sudah tua, kadang saat sedang dipakai, tiba-tiba mati sendiri atau lola (loadingnya lama) saat multitasking. Hal ini seringkali mengganggu Produktifitas dalam berkarya. Bagaimana tidak, pernah saat aku sedang mendesain sebuah sampul buku, tiba-tiba pret! Mesinnya mati! Ya Allah, mana belum aku simpan.. bagaimana nanti kalau aku gunakan saat kuliah? Kan malu kalau mati di dalam kelas saat sedang mengerjakan tugas.

Jadilah aku memutuskan mengganti si 'Arkan'. Tapi tidak mau laptop lagi, aku mau notebook saja yang lebih praktis. Tapi sebelum memilih penggantinya, kata abi, aku harus menentukan bagaimana kriteria notebook yang sesuai dengan kebutuhanku selain dari fitur-fitur dasar tentunya (seperti menulis blog, menonton atau mendengar audio). Bagiku, untuk sekelas notebook, ada beberapa spesifikasi 'lebih' yang harus dimiliki agar tepat menjadi pilihan, terutama bagi para pelaku industri kreatif.

Notebook idaman

Pertama-tama, aku harus memilih merk notebooknya. Si ‘Arkan’ dahulu bermerk ASUS tipe K401J dan selama ini Alhamdulillah aku nyaman menggunakannya, smartphone abi juga ASUS tipe Zenfone GO, maka baiklah, ASUS adalah merk yang akan kupercaya. Selanjutnya tipe apa yang sesuai untuk kebutuhanku. Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya aku putuskan si ‘Arkan’ baru adalah notebook yang sama dengan punya abi, yaitu ASUS EeeBook E202.

Karena ternyata ASUS E202 sesuai dengan yang aku harapkan, berikut penjelasan lengkapnya sekaligus kriteria dalam memilih notebook yang bagus menurutku :


1. Daya baterai tahan lama

Baterai ASUS E202 kuat sampai 8 jam

Bagi seorang penulis, fitur inilah kualifikasi yang paling penting. Karena terkadang, ide bisa muncul kapan saja, sehingga kita butuh notebook yang bisa digunakan untuk menuangkan ide mendadak tersebut. Jika idenya panjang dan butuh waktu yang lama untuk menuliskannya, tentu butuh baterai yang kuat. Tidak keren jika saat sedang semangat menulis, tiba-tiba muncul notifikasi baterai lemah, bisa hilang seketika inspirasi kita.

Nah, ASUS tipe E202 menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. Dengan baterai tahan lamanya, kita bisa menyelesaikan sebuah artikel atau menerjemahkan dalam sekali menulis saja tanpa khawatir tiba-tiba drop, dan bagi blogger sepertiku, bisa langsung di kirim sekalian di blog. Inspirasi mendadak pun terealisasi seketika.

2. Ukuran minimalis

Ukuran ASUS E202 lebih kecil dari kertas A4

Tentu kita tidak mau repot jika harus membawa notebook berukuran besar saat akan bekerja, apalagi kalau berat. Menurutku, ukuran sangat membantu dalam menentukan produktivitas seorang seniman, jika ukurannya enak untuk dibawa kemana-mana, kemungkinan produktif jadi lebih besar karena sering dibawa. Ukuran yang minimalis juga membantu seorang editor dalam melihat tugas-tugasnya lebih holistik, fokus dan terkesan mudah dikerjakan insya Allah. Sebagaimana Al-Quran berukuran kecil yang tampak lebih sedikit daripada Al-Quran besar, jadi lebih cepat menyelesaikan hafalan atau tilawah.

Adapun ASUS E202 hanya berukuran 12 inci, dengan dimensi 193 x 297 mm, tidak lebih besar dari ukuran kertas A4 lho, bobotnya juga hanya 1,21 kg! Ini berarti lebih simpel dan mudah digunakan dimana saja tanpa khawatir sulit dipegang atau dipangku.

Terlebih karena aku mengutamakan kesendirian saat bekerja agar tetap konsentrasi, layar yang terlalu besar kurang memberikan suasana privasi. Aku suka ukuran layar yang memang ditujukan untuk seorang pengguna saja, bukan layar besar konsumsi bersama seperti televisi.

3. Desain menarik

Pilihan warna ASUS E202 banyak dan menarik

Desain dan tampilan yang menarik dapat membuat seorang pengguna nyaman dengan notebooknya betah berlama-lama di depan layar, warna yang cantik menjadikan kita setia dan tidak akan ganti-ganti notebook lagi..

Seperti ASUS E202 yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini, ia tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge, jadi kita lebih pede saat menggunakannya dimana saja. Tidak sesuai kan, kalau seorang desainer, desain notebooknya tidak se-kreatif karyanya. Jadi menurutku desain yang eye-cathing perlu dijadikan pertimbangan.

Makin produktif dan kreatif bersama ASUS E202


Demikian hasil analisisku mengenai si calon ‘Arkan’ baru. Menurutku, ASUS E202 adalah pilihan yang terbaik untuk meningkatkan kreatifitas dan produktifitas. Tulisan ini juga merupakan rekomendasi bagi teman-teman lain yang masih bingung notebook apa yang akan dibeli.
Oya, sebenarnya, ini merupakan harapanku, karena aku juga masih menabung.. tapi aku berharap suatu hari nanti ia akan tiba secara nyata di hadapanku, Insya Allah.
Nothing is impossible.

Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Nb. Rasullah shallallahu alaihi wasallam suka memberi nama barang-barang kesayangan beliau.
Wallahu A'lam.
Bismillah.


Menjadi Lebih Baik !

Ini bukan karena hasilnya tidak bagus, bukan sama sekali.. ini lebih ke bagaimana kamu mengarahkan, mengaplikasikan, menggunakan, memanfaatkan apa yang -begitu menakjubkan- kamu miliki.. oke mungkin perkara ini memang passion atau minat kamu, tapi tak selamanya kamu harus menggelutinya terus menerus dengan mempertaruhkan hal hebat lain yang kamu miliki dari waktu, tenaga, akal, pikiran dan kemampuan..

Aku tidak melarang, silahkan tekuni, silahkan dalami jika memang itu membuatmu senang, tapi menulis, berkarya, bekerja di industri kreatif tidak semata-mata memenuhi kesenanganmu dan memuaskan keinginanmu saja. berkarya apalagi mengabdi, tentu harus lebih mempertimbangkan kepuasan orang yang kamu harap dapat memanfaatkan hasil kerja kerasmu..

Sungguh, menghasilkan karya dari sesuatu yang telah kamu pahami memang baik, tapi tidak banyak yang memetik manfaatnya, tentu orang lain tidak mau rugi menghabiskan uang atau waktunya untuk sesuatu yang kurang bermanfaat untuk mereka, ada kalanya kamu harus melihat dunia sekelilingmu lalu mengikuti alurnya..

Hasilkan sesuatu yang memang dibutuhkan oleh orang lain dan dapat bermanfaat untuk mereka, karena ada kalanya kamu harus mengorbankan 1 hal untuk meraih 10 hal, mundur selangkah untuk maju 10 langkah, menahan diri untuk menulis 1 buku yang bermanfaat bagimu untuk menulis 10 buku yang bermanfaat untuk oranglain..

Ada saatnya hidup tak sesuai dengan perencanaan kita karena memang kita tak berkuasa untuk menentukan, tapi jika kita gagal akan sesuatu maka secara tidak langsung itu adalah alarm alam bahwa bukan itu yang seharusnya dilakukan atau bukan begitu caranya! hanya kamu yang bisa mengubahnya dan hanya kamu yang bisa mengusahakan untuk terhindar dari kegagalan serupa di masa yang akan datang.

Sekali lagi, ini bukan kegagalan atau kepayahan sama sekali.. ini hanya tentang prioritas, karena berkarya berarti siap memberi manfaat untuk orang lain meski diri sendiri kesusahan atau penuh pengorbanan, persis seperti lilin yang menerangi sekitar meski harus meluluhkan dirinya, karena kelak.. hasilnya akan sebanding dengan pengorbanan, semakin sulit ia, semakin manis pula ganjarannya, Insya Allah..

Barangsiapa yang berbuat kebaikan meski sekecil dzarrah pasti akan melihat balasannya, janji Allah itu pasti..
Kini, bangkitlah, jangan putus asa, lari kembali, kejar seluruh mimpi-mimpimu, semoga Allah mempermudah tiap langkahmu.

Catatan untuk seseorang yang tengah terjatuh gagal. Aku percaya engkau bisa, bukan hanya karena engkau kuat, namun terutama karena Allah-lah sumber kekuatanmu.

Laa haula wa laa quwwata illa Billah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah.
Bismillah.


Apalah arti kehidupan tanpa berbuat baik? Aih, ngeri sekali membayangkan porak-porandanya dunia ini bila tak ada yg namanya kebaikan.

Perlulah kita bermuhasabah sejenak, untuk apakah kita di dunia ini, karena sejatinya kelak kita akan kembali ke kampung halaman, tempat dimana seharusnya kita tinggal. Ibarat seorang pengembara, kita hanya singgah sebentar disini, menyiapkan bekal dan menentukan tujuan perjalanan sebelum melanjutkannya kembali.

Berbuat baik terkadang memang butuh pengorbanan. Bagaimana tidak, bahkan disaat seseorang melihat musuhnya dalam kesulitan, untuk berbuat baik di saat seperti itu sungguh sulit, apalagi mengorbankan perasaan yg sudah pasti. Lalu mengapa harus berbuat baik? Bukankah seorang yg tidak baik terkadang memiliki alasan tertentu untuk memenuhi kepentingannya? Seorang pencuri yg mencuri karena kelaparan misalnya. Namun dibalik semua itu, kita sebagai manusia yg beragama harus yakin bahwa satu-satunya motivasi untuk melakukan kebaikan adalah karena Allah sungguh menyaksikan kita, dan telah terpatri dalam kitab suci-Nya bahwa siapapun yg melakukan kebaikan meski sekecil apapun, ia akan mendapat balasannya yg jg berupa kebaikan, begitupun sebaliknya.

Setiap orang tidak bisa hanya diam saja sepanjang hidupnya, maka ia, jika tidak melakukan kebaikan maka tentu ia melakukan keburukan, karena sejatinya baik dan buruk itu bagaikan air dan minyak, tidak dapat menyatu.

Saat ini, aku teringat kisah seorang guru yg suatu hari terdorong secara tdk sengaja oleh seorang muridnya sampai terjatuh ke tanah, iapun menangis, maka si murid ini benar2 menyesal dan meminta maaf berkali2, namun apa kata guru itu? Ia malah berkata bahwa ia menangis bukan karena ia terjatuh, karena ia merasa baik2 saja, namun saat terjatuh itu, tak sengaja tercabut beberapa akar rumput, sehingga kematian rumput yg tak bersalah itu membuatnya amat bersedih. Masya Allah, manusia macam apa dia sampai begitu menghormati makhluk Allah lain yakni tumbuhan sebagaimana ia menghirmati manusia. Lalu bagaimana dengan kita? Sepeduli apakah diri kita atas keadaan orang lain?

Ada pula kisah lainnya tentang seorang gadis yg kurang mampu saat ia membeli sebuah tas baru karena tas lamanya sudah tak layak pakai, ia membeli tas tsb secara kredit karena tak mampu melunasinya secara langsung. Namun di tengah jalan seorang temannya memuji tas barunya itu, iapun tersenyum, lalu dengan amat ringan ia menyodorkan tas itu pada temannya, "kalau kau suka, pakailah.. kuhadiahkan untukmu.." Allahu Akbar! Lihatlah betapa pemurahnya gadis shalihah ini. Perlu diketahui bahwa kisah ini adalah nyata, disaksikan oleh ummiku sendiri yg saat itu menjadi saksi penghadiahan tas tsb, kata ummi beliau memang seorang yg gemar bersedekah dengan apapun yg ia miliki, ia merupakan teman sekaligua inspirasi bagi ummiku, namun semenjak pindah ke bogor, umi lost contact dengannya dan kehilangan jejaknya, aku berharap dan kuminta teman2 untuk bantu mendoakan agar ummiku bisa bertemu lagi dengannya dan semoga Allah menjaganya dimanapun ia berada.

Eh, kenapa jadi ngelantur begini? Hehe.. semoga kita dapat mengambil pelajaran dari 2 kisah diatas, tentu masih banyak kisah2 berbuat baik yg patut di contoh dari berbagai pribadi2 mulia, apalagi jika membaca kisah2 para nabi & Rasul atau Rasul dan para sahabatnya, seperti salah satu kisah yg sungguh membuatku takjub sampai detik ini, yaitu kisah 3 orang kehausan yg saling mengutamakan temannya untuk lebih dulu minum, aku tidak akan menceritakannya panjang lebar karena teman2 bisa browsing sendiri, tapi pokoknya adalah saat mereka sedang kehausan lalu mengutamakan kebutuhan temannya dan berpikir, barangkali temanku itu lebih membutuhkan air ini. Dan yg mengagumkan, ternyata ketiganya berpikiran yg sama sampai ketiganya mati kehausan krn tdk ingin egois, mendahulukan diri sendiri. Maka patutlah kita berkaca pada mereka, semoga Allah mengganjar mereka dengan syurga dan mengkaruniai kita sifat seperti dan kemudahan untuk selalu berbuat baik dimanapun, kapanpun dan pada siapapun, Allahumma Aamiin.

Karena perbuatan baik yang merupakan amal jariyah, pahalanya tidak akan berhenti hingga selesainya masa manusia di dunia.
It'll never end till the end, Insya Allah.


Bogor, 10 April 2015
Bismillah.


 24 Mei 2017
Tanggal yang selama ini kutunggu-tunggu, yang kubulatkan dalam kalender dan aku terus menghitung hari.

Terbayang segala penat, lelah dan beratnya amanah akan segera lengser dari bahuku. Amanah sakan dan anak-anak, amanah kelas dan murid-murid, amanah halaqah dan adik-adik. Tiap tetes air mata akan berakhir seketika.
Hari ini tanggal itu tiba.

Aku salah, salah besar. Aku tidak menyangka perkara ini tidak sesimpel bayangannya. Sungguh begitu berat melepaskan semua ini. Berpisah dengan orang-orang yang telah mengisi hidup kita dengan suka duka selama setahun.

Manis sekali bukan? Post-it dengan pola angka 12

Seharian aku menghabiskan waktu di sakan bersama partnerku, kak Sofi. Kami mengumpulkan sisa-sisa momen yang bisa dikenang, untuk terakhir kali. Semalam anak-anak sakanku membuat kejutan menghias sakan dengan berbagai tulisan yang sejujurnya, amat memilukan. Berbagai kata-kata terakhir, ucapan selamat jalan dan doa perpisahan ramai di dalam sakan, mereka membuatnya hingga jam 1 malam lebih.

"Good Luck"

See U Again

Ilalliqaa'

 Aku dan Sakan 12

Aku tidak bisa berekspresi saat itu, aku terdiam, bingung dengan apa yang harus kukatakan atau kulakukan. Senang, haru dan sedih bercampur tak terdefinisi. Mereka bilang itu malam terakhir, meski pendek mungkin, namun paling tidak kita melewatinya bersama.

Pagi ini tanggal itu tiba.
Aku masih disibukkan dengan sejumlah buku yang minta diisi oleh pesan kesan. Aku berfoto dengan kak sofi yang boleh jadi merupakan foto bersama pertama dan terakhir kami. Benar saja, siang sampai sore terasa berlalu begitu cepat, tak terasa waktu sudah ashar.

Inilah saat acara wisuda kami.
Semuanya berjalan dengan lancar dan baik sampai tiba-tiba, setelah acara itu resmi ditutup, pikiranku baru tersadar.

Hey, ini hari terakhir aku di sini, inilah (mungkin) saat-saat terakhir aku melihat wajah orang-orang yang kusayangi, yang membantuku menyusun mozaik hidupku, yang berhikmah mengajarkanku berbagai hal.

Aku akan segera meninggalkan sakan 12 yang penuh kenangan, tawa dan tangis yang bergulir tiada henti. Aku akan meninggalkan anak-anakku yang entah kenapa rasa sayangku baru saja bertumbuh subur akhir-akhir ini. Ya Allah, bila aku diberi kesempatan lagi, aku ingin memperbaikinya dari awal, aku ingin mengenal mereka lebih jauh, menyalakan seberkas cahaya dalam hidup mereka, menjadi berguna bagi mereka.
Ini semua sudah terlambat. Ini semua sudah selesai. Dan aku -mutlak- salah perhitungan.

Asyifa datang menemuiku, gadis unik kakak dari si kembar ini tiba-tiba memelukku erat, jiwaku basah seketika. Air mata mulai meleleh dipipiku membasahi cadar, begitu juga ia. Asyifa-ku, maaf aku harus meninggalkanmu, aku tak punya pilihan, tapi engkau akan selalu kukenang, Insya Allah, sahabat yang selalu nyambung membicarakan topik apapun, dari kleptomania hingga dinosaurus.

Umi menungguku, tak lama anak-anak sakan 6 mengerubungiku, menangis sesegukan, Sofi yang selalu minta uang jajan titipannya, Yuri yang selalu ceria, Tabita yang lucu, Shafa yang cantik dan elegan, Dinda yang lembut, Hani yang polos dan sederhana, mereka bukan anak sakanku, aku bahkan jarang bertemu mereka  tapi betapa aku merasa kehilangan mereka, terutama Sofi dan halaqah ketawanya.

Umi masih setia menunggu di depan aula ditemani Asyifa. Keluar dari aula, air mataku masih belum berhenti, aku tidak kuat untuk ke sakan, hatiku akan remuk dan air mataku akan habis disana.
Akhirnya umi pulang. Umi akan menjemputku ba'da Isya, Asyifa mengantarku ke sakan.

Di depan sakan, anak-anakku sedang berkumpul. Menanti kami, mungkin? Entahlah, tapi yang jelas, begitu aku melihat wajah mereka, aku merasa seolah aku tak akan bisa melihatnya lagi di kemudian hari. Aku pasti akan teramat kehilangan. Tangisku pecah seketika, Jene, Habibah dan yang lainnya memelukku, mereka kemudian membimbingku masuk ke sakan.
Ya Allah, beri aku kesempatan lagi. Aku belum ingin berpisah dengan mereka. Mengapa aku seolah baru terbangun dari sebuah tidur panjang sehingga aku tidak menyiapkan apapun untuk mempersiapkannya? Kupikir bahkan, bila denting waktu kuputar mundur, aku belum dapat memberikan sesuatu yang terkenang untuk mereka. Mereka duduk dan berkumpul di sekitarku, ya Allah.. wajah-wajah ini.. para bidadari mungil ini..

Ada Afifah yang cantik, Azizah yang ramah, Alvina yang bijak, Alvira yang cuek, Chika yang manja dan suka memberi, Faizah yang unik, Fathimah yang tekun, Ghea yang ceria, Habibah yang imut, Hajar yang cerdas, Salsa yang suka fashion, Mutia yang pendiam, Nanda yang Rajin, Rahma yang teliti, Salma yang manis, Khoiriyah yang suka desain, Zeyn yang lucu, Kholish yang baik, Nurul yang sopan, Syahidah yang simpel tapi complicated dan Zahra yang seru..

Semua terjadi begitu cepat, hari-hari beterbangan bebas, momen-momen kebersamaan tiba-tiba meluap di pikiranku.
Kita harus berpisah, mau tidak mau.

Kak Sofi pulang malam itu.. aku yang tadinya hendak menginap semalam lagi tak kuat menahan haru yang mendera, aku menutup mataku, aku juga harus pulang malam ini, aku tidak ingin menghabiskan malam itu dengan tangisan. Aku perlu menenangkan diri, begitu pula anak-anakku.

Aku membereskan barang-barangku, keluar dari sakan yang telah kuhuni setahun ini. Aku bertemu dengan murid-muridku kelas 7, diantaranya Khodijah.. ia menyelipkan surat di tanganku, wajahnya begitu sendu, air mata menggenangi kedua matanya yang indah, ia memelukku erat, Ya Allah, jagalah ia untukku.

Turun tangga, bruk! Shafa Marisa dan beberapa anak kelas 8 D memelukku tiba-tiba, mereka menangis di bahuku,
"Maaf aku tidak bisa menjadi yang terbaik untuk kakak.." bisiknya,
Sudah, kumohon.. semua ini akan membuatku semakin berat meninggalkan kalian. Aku menyayangi kalian.. tenang saja, aku akan senantiasa mendoakan kalian, Insya Allah.. segala kebaikan semoga tercurahkan untuk kalian.

Anak-anak sakanku mengantar sampai ke gerbang, aku berusaha menahan tangis dengan amat sangat, aku tidak ingin membuat mereka sedih, karena kesedihan hanya akan menyesakkan kalian. Aku tidak ingin itu, kalian harus bahagia. Harus.

:')

Ya Allah, bila aku bisa, aku ingin menggenggam hati mereka yang telah menetap kuat dalam lubuk hatiku. Ya Allah, saksikanlah betapa aku mencintai mereka karena-Mu. Kebahagiaan terbesar dalam hidupku adalah bertemu dengan mereka. Aku sadar bahwa sebentar lagi semua ini hanya akan tersimpan dalam memori. Aku tak sanggup membayangkannya. Air mataku tidak berhenti mengalir sepanjang perjalanan ke rumah. Ini aneh sebenarnya, padahal aku merupakan orang yang sulit untuk mengungkapkan perasaan melalui ucapan atau tindakan. Tapi kali ini berbeda, kalian berbeda, kalian istimewa bagiku.

Untuk anak-anak sakanku, anak-anak halaqahku, anak-anak kelasku.. aku mencintai kalian karena Allah. Terima kasih untuk kenangan yang kalian titipkan. Semoga segala kebaikan untuk kalian.
Aku berharap penggantiku nantinya akan lebih baik. Kalian tidak akan sendirian.. Ada Allah, ada cahayaku dan ada orang-orang yang akan terus mencintai kalian karena Allah.
Aku titipkan kalian pada Allah.

Bahagialah.
Bahagialah untukku walaupun bukan bersamaku.
Aku pergi.